nih buat adik-adik yang kelas 9, ada sedikit rangkuman buat belajar, semoga bermanfaat :)
RANGKUMAN IPA
a. Besaran
Pokok
NO.
|
Besaran Pokok
|
SI
|
Alat Ukur
|
1.
|
Jumlah zat
|
mol
|
|
2.
|
Intensitas cahaya
|
cd
|
Luxmeter
|
3.
|
Waktu
|
s
|
Stopwatch
|
4.
|
Kuat arus
|
A
|
Amperemeter
|
5.
|
Suhu
|
K
|
Termometer
|
6.
|
Massa
|
kg
|
Neraca/timbangan
|
7.
|
Panjang
|
m
|
Penggaris, jangka
sorong, mistar
|
b. Besaran
Turunan
NO.
|
Besaran Turunan
|
Satuan
|
Simbol
|
Alat Ukur
|
1.
|
Luas
|
m2
|
A
|
|
2.
|
Kecepatan
|
m/s
|
v
|
Spedometer
|
3.
|
Volume
|
m3
|
V
|
Gelas ukur
|
4.
|
Tekanan
|
N/m2
|
P
|
Barometer
|
5.
|
Gaya
|
N = kg/m2
|
F
|
Dinamometer
|
6.
|
Usaha
|
J = Nm
|
W
|
|
7.
|
Percepatan
|
m/s2
|
a
|
Hidrometer
|
8.
|
Massa Jenis
|
Kg/m3
|
r
|
|
9.
|
Energi kalor
|
Joule
|
J
|
Kalorimeter
|
10.
|
Daya listrik
|
Watt
|
kWh-meter
|
NO.
|
Padat
|
Cair
|
Gas
|
1.
|
gaya
tarik menarik antar partikelnya sangat kuat
|
gaya
tarik menarik antar partikelnya tidak begitu kuat
|
gaya
tarik menarik antar partikelnya lemah
|
2.
|
letak
molekulnya saling
berdekatan
dan teratur
|
letak
molekulnya agak berjauhan
|
letak
molekulnya berjauhan
|
3.
|
gaya
partikelnya sangat terbatas (bergetar di tempat)
|
gaya
partikel dapat berpindah tempat, tetapi tidak mudah meninggalkan
kelompoknya
|
gaya
partikel dapat berpindah
tempat,
mudah meninggalkan
kelompoknya
|
4.
|
bentuk
dan volumenya tetap
|
bentuk
berubah-ubah, tetapi volumenya tetap
|
bentuk
berubah-ubah, volumenya berubah-ubah
|
5.
|
NO.
|
Celcius
|
Reamur
|
Fahrenheit
|
Kelvin
|
|
1.
|
Titik lebur
|
0o
|
0o
|
32o
|
273o
|
2.
|
Titik didih
|
100o
|
80o
|
212o
|
373o
|
3.
|
Jumlah
|
100o
|
80o
|
180o
|
100o
|
4.
|
Skala perbandingan
|
5
|
4
|
9
|
5
|
Q = m . U
|
Ket :
Q = kalor (J /KJ)
m = massa (kg)
c = kalor jenis (J/kg)
ΔT = suhu (oC)
L = kalor lebur
U = kalor uap
|
Q = m . c . ΔT
|
Q = m . L
|
0o
Q = m . c . ΔT
|
Es
a. Gerak
lurus beraturan (GLB)
#menggunakan
ticker time#
-
GLBB
dipercepat è rapat – renggang
Dibaca dari F
|
- GLBB
diperlambat è renggang – rapat
- GLB è jarak sama
Contoh
:
1. GLBB
diperlambat
F
|
2. GLBB dipercepat
|
F
|
b. Hukum
Newton
ü
Hukum
I Newton (hukum kelembaman)
SF = 0
|
è
ketika bus berjalan kemudian direm
tiba-tiba maka badan akan maju ke depan
ü
Hukum
II Newton
a = F
/ m
|
SF = m . a
|
W = m . g
|
ü
Hukum
III Newton
aksi = reaksi
|
ð
Mendorong
tembok
F = -F
|
a.
Energi
adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja.
1
kal = 4,2 joule
1
joule = 0,24 kalori
v
Energi
Kinetik, Potensial, dan Mekanik
i. Energi Kinetik
(energi yang dimiliki benda yang bergerak)
Ek = ½ . m . v2
|
Ket =
Ek = Energi kinetik
m = massa (kg)
v = kecepatan (m/s2)
|
ii. Energi Potensial (energi yang dimiliki
oleh suatu benda karena letak
atau
kedudukannya)
Ep
= m . g. h
|
Ket:
Ep =
energi potensial (joule)
g =
percepatan gravitasi (m/s2)
h =
ketinggian (m)
|
iii. Energi mekanik
Em
= Ek + Ep
|
ü
Hukum
Kekekalan Energi
“Energi
tidak dapat dimusnahkan dan diciptakan. Energi hanya
dapat berubah bentuk dari suatu bentuk ke bentuk yang lain.”
b.
Usaha
adalah suatu proses yang dilakukan untuk memindahkan kedudukan suatu benda.
W
= F . s
|
Ket:
W =
usaha (joule)
F =
gaya (N)
s = jarak
perpindahan benda (m)
|
a.
Tuas
(pengungkit)
KM = w × Lb = F × Lk
|
W / F =
Lk / lb
|
Penumpu
Ket:
w =
berat benda (N)
Lb =
lengan beban (m)
F =
gaya yang diberikan
Lk =
lengan kuasa (m)
|
Lengan
beban
|
kuasa
|
Lengan kuasa
Ket :
- Lengan beban: jarak
benda ke penumpu
- Lengan kuasa: jarak gaya kuasa ke penumpu
Macam-macam tuas
dan titik beban (B)
Contoh:
gunting, palu, tang
titik kuasa (K)
Contoh: gerobak dorong, pemecah biji, pembuka
botol
titik beban (B)
Contoh: lengan bawah, jepitan, sekop
b.
Bidang
miring
W . h =
F . s
|
Ket :
W = m . g (N)
h = tinggi (m)
s = panjang (m)
F = gaya (N)
|
W
|
s
F
|
c.
Katrol
-
Katrol
tetap
KM = W/F
= 1
|
-
Katrol
bebas
KM = W/F
= 2
|
-
Katrol
majemuk
KM = W/F
= n
|
a.
Tekanan
zat padat
P = F / A
|
Ket :
P = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas bidang tekan (m2)
|
b.
Tekanan
hidrostatis
P = r . g . v
|
Ket :
P = tekanan
hidrostatis (N/m2, Pa, atm)
r = massa jenis zat cair (kg/m3, gr/cm3)
g = gravitasi (N/m2)
|
c.
Tekanan
udara
1 atm =
76 cmHg
|
Ket :
n = jumlah gelombang
x = panjang gelombang (m)
t = waktu (s)
|
T = t / n
|
V = l . f
|
f = n / t
|
l = x / n
|
a.
Gelombang
longitudinal è searah
b.
Gelombang
tranversal è tegak lurus
Sifat bunyi :
a.
Merambat
melalui medium
b.
Tidak
dapat merambat di ruang hampa
c.
Dapat
dipantulkan
d.
Merupakan
gelombang transversal (arah rambat tegak lurus)
e.
Terjadi
karena benda lain yang bergetar (frekuensi sama)
f.
Merambat
paling cepat melalui zat padat
-
Sifat
cahaya :
M = Si-f / f
|
M = f / So-f
|
- Maya / nyata
-
Tegak
/ terbalik
M = Si / So
|
M = hi / ho
|
- Diperbesar / diperkecil
-
Sifat
bayangan cermin cekung
- Sinar
istimewa cermin cekung - Sinar istimewa cermin cembung
Miopi (rabun jauh)
|
||
Hipermetropi (rabun dekat)
|
Plastik dengan kain
wol è negatif
Kaca dengan kain sutera è
positif
a.
Rangkaian
seri / paralel
Rs = R1
+ R2 + R3 + ...
|
1/Rp = 1/R1
+ 1/R2 + 1/R3 + ...
|
b.
Hukum
Ohm
Ket :
E / V = ggl / volt
I = kuat arus
(A)
R = hambatan luar
r = hambatan dalam
|
I
= E / R + r
c.
Hukum
Kirchoff
Imasuk
= Ikeluar
|
P = W /
t
|
W = V. I . t
= p x t
= I2 . R .t
= V2 / R . t
|
Energi
|
Daya
|
a.
Digosok
S U
|
S U
|
b.
Induksi
S U
|
U S
|
c.
Arus
listrik
S
|
U
|
U
|
S
|
Step Up
|
Step Down
|
Vs
> Vp
|
Vs
< Vp
|
Ns
> Np
|
Ns
< Np
|
Is
< Ip
|
Is
> Ip
|
Vp Np
Is
Vs
Ns Ip
|
F
GGL
induksi yang timbul pada ujung–ujung kumparan bergantung pada
tiga faktor :
a.
Ciri-ciri
anggota tata surya
ü Komet
- Ekor komet selalu menjauhi matahari
- Orbitnya lonjong dan mengililingi matahari
ü Asteroid atau
planetoid / planet kerdil
ü Meteroid : benda
langit yang sudah bergesekan dengan atmosfer
ü Meteor : benda langit
yang belum bergesekan dengan atmosfer
ü Planet
Ø
Merkurius
: - Planet terpanas
Ø
Venus
: -
Arah rotasinya berlawanan dengan arah rotasi bumi
- Diberi julukan bintang kejora
-
Suhunya sangat tinggi
Ø
Bumi
: - Mempunyai satu satelit (bulan)
- Arah beredarnya
antara Venus dan Mars
Ø
Mars
: - Mempunyai dua satelit
Ø
Yupiter
: - Planet terbesar
Ø
Saturnus
: - Mempunyai satelit terbanyak
- Mempunyai cincin indah
Ø
Uranus
Ø
Neptunus
b.
Pasang Perbani
|
Purnama
|
||||||
|
|
c.
Akibat Revolusi
|
Akibat Rotasi
|
1.
Gerak semu tahunan matahari
|
Gerak
semu harian matahari
|
2.
Lamanya siang malam
|
Pergantian
siang malam
|
3.
Perbedaan musim
|
Perbedaan
waktu
|
4.
Perbedaan suhu
|
Bumi
menggembung di khatulistiwa dan pepat di kedua kutubnya
|
5.
Terlihat rasi bintang yang berbeda
|
Terjadinya
perubahan arah angin
|
a.
Atom
: bagian terkecil dalam unsur kimia tanpa mengubah sifat kimianya
b.
Ion
: atom yang bermuatan listrik
c.
Molekul
: gabungan dari beberapa unsur atau lebih
a.
Asam
-
Korosif
(merusak logam)
-
Mengubah
lakmus biru menjadi merah
-
Rasanya
masam
-
Bila
dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hidrogen (H+)
-
Dapat
menghantarkan arus listrik
-
Menetralkan
basa
-
pH
< 7
b.
Basa
-
Kaustik
(merusak kulit)
-
Mengubah
lakmus merah menjadi biru
-
Rasanya
pahit dan licin
-
Bila
dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-)
-
Dapat
menghantarkan arus listrik
-
Menetralkan
asam
-
pH
>7
a.
Unsur
(tidak dapat diuraikan)
ð
H
, N , O
b.
Molekul
Unsur
ð
O2
, CO2
c.
Molekul
senyawa
ð
H2O
ð
Senyawa
: gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia
d.
Campuran
ð
Gula,
es teh, es jeruk
a.
Sifat
Kimia :
menghasilkan zat baru, tidak dapat kembali ke bentuk
semula
ð
Besi
berkarat
ð
Nasi
menjadi bubur
ð
Singkong
menjadi tape
ð
Kayu
menjadi abu
b.
Sifat
Fisika :
tidak menghasilkan zat baru, dapat kembali ke bentuk
semula
ð
Air
dipanaskan
ð
Air
menjadi es
ð
Mentega
dipanaskan
a.
Pada
bahan non pangan
§
Sabun : natrium palmitat, air, gliserin,
natrium klorida, parfum
§
Detergen : alkil benzenasulfonat, penguat,
anti redeposisi,
pewangi
§
Shampo : air, natrium lauril eter sulfat,
natrium klorida, karbomer
§
Pasta gigi : natrium monofluorofosfat, kalsium
gliserofosfat
b.
Pada
makanan
v
Pengawet
§
Alami
: gula(sukrosa), garam
§
Buatan
/ sintetik : asam cuka, natrium propionat, natrium
benzoat, sendawa, asam fosfat
v
Pewarna
§
Alami
: daun suji (hijau), kunyit (kuning), coklat, daun jati (merah), wortel
(orange)
§
Buatan
: tartazine,
v
Pemanis
§
Alami
: gula, tebu, aren, madu
§
Buatan
: sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat, aspartam,
dulsin
v
Penyedap
§
Alami
: cengkeh, pala, merica, ketumbar, cae, laos,kunyit, bawang
§
Buatan
: oktil asetat, etil butirat, amil asetat, amil valerat monosodium glutamat
1.
Stimulan
(obat perangsang)
ü
Amfetamin
(ectasy)
- meningkatkan daya
tahan dan kewaspadaan
- mengilangkan rasa
letih, lapar, dan kantuk
- memberikan efek
gembira (euforia)
- sebagai doping
untuk meningkatkan prestasi di atas kemampuan
normalnya
ð
Akibat
: kekacauan pikiran, perilaku ganas, halusinasi, stroke dan serangan jantung
ü
Kokain
- menghambat perasaan
lapar
- menurunkan perasaan
letih dan kebutuhan tidur
- memicu jantung
- meningkatkan
tekanan darah dan suhu badan
ð
Akibat
: sembelit, perasaan gugup yang sangat besar, kerusakan pada urat saraf,
halusinasi, tidak bisa tidur, perilaku ganas, perasaan takut, serta kerusakan selaput
lendir hidung atau tenggorokan
ü
Nikotin
ü
Kafein
- Denyut jantung cepat
- Tidak mengantuk
- Tidak cepat lelah
2.
Depresan
ü
Morfin
- menghilangkan/mengurangi
rasa sakit
- memberikan perasaan
nyaman dan gembira
- mengurangi perasaan
cemas dan gelisah
ü
Barbital
- membantu segera
tidur,
- menghalau
kecemasan, ketegangan, dan frustasi
ü
Alkohol
- Gemetar
- Muntah
- Kejang-kejang
- Sukar tidur
- Gembira
- Pengendalian diri
menurun
- Muka kemerahan
- Gelisah tingkah laku
kacau
- Banyak bicara sendiri
3.
Halusinogen
ü
LSD
-
mengobati
sakit kepala (migrain)
-
mengurangi
pendarahan setelah melahirkan
ð
Efek
samping penggunaan LSD adalah membangkitkan kecenderungan bunuh diri
ü
Ganja
- menimbulkan situasi
seperti bermimpi
- memberikan perasaan
nyaman dan gembira
- gembira dan tertawa
tanpa sebab
- santai dan lemah
- banyak bicara
sendiri
- pengendalian diri
menurun
- menguap atau
mengantuk tetapi susah tidur
- mata merah
- tidak tahan
terhadap cahaya
ð
Efek
samping pemakaian ganja, antara lain pusing, malas, bicara tidak karuan, gejala
paranoid (rasa takut), daya komunikasi dan mobilitas menurun
1.
Bernapas
2.
Bergerak
3.
Membutuhkan
makanan
4.
Mengeluarkan
zat sisa (ekskresi)
5.
Peka
terhadap rangsang (iritabilitas)
6.
Tumbuh
dan berkembang
7.
Beradaptasi
8.
Berkembangbiak
(reproduksi)
a.
Monera
terdiri atas makhluk hidup prokariotik
ð bakteri dan alga
hijau- biru
b.
Protista
terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel tunggal
ð
protozoa,
alga cokelat, alga merah, alga hijau, dan alga pirang
c.
Fungi
terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak dan dapat
menguraikan bahan organik
d.
Plantae,
terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak dan dapat
berfotosintesis
ð
Tumbuhan
lumut (Bryophyta)
ð
Tumbuhan
paku (Pteriodophyta)
v
Tidak
mempunyai akar, batang, daun sejati
v
Mempunyai
xylem dan floem
ð
Tumbuhan
berbiji (Spermatophyta)
§ Dikotil (dua)
§ Monokotil (satu)
Contoh
:
§ Pakis haji
§ Pinus
§ Melinjo
§ Damar
§ Cemara
e.
Animalia,
terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak dan bersifat
heterotrof
ð
Avertebrata
(tidak bertulang belakang)
§
Porifera
(hewan berpori) : sponga(hewan spon)
§
Coelenterata
(hewan berongga) : hydra, ubur-ubur, obelia
§
Plathyhelminthes
(hewan bertubuh pipih) : planaria sp
§
Mollusca
(hewan lunak) : bekicot, cumi-cumi, kerang-kerangan
§
Cacing
(vermes)
§
Arthoproda
(hewan berbuku-buku)
§
Echinodermata
(berkulit duri) : bintang laut, landak laut
§
Gastropoda
(bergerak dengan perut) : bekicot
§
Cnidaria
(hewan memiliki sengat) : ubur-ubur
§
Nemathelminthes
(hewan bertubuh bulat panjang dan tidak bersegmen) : cacing tambang
§
Annelida
(hewan bertubuh bulat dan padat/gilig) : cacing tanah
ð
Vertebrata
(bertulang belakang)
§
Pisces
(hewan laut)
§
Amphibi
(hidup di dua alam yaitu darat dan air)
§
Reptil
§
Mamalia
(hewan menyusui dan melahirkan)
§
Aves
(hewan berbulu)
a.
Simbiosis
Mutualisme : saling menguntungkan
ü
Contoh:
burung jalak dengan kerbau
b.
Simbiosis
Komensalisme : satu untung satu tidak untung tidak rugi
ü
Contoh:
ikan remora dengan ikan hiu
c.
Simbiosis
Parasitisme : satu untung satu rugi
ü
Contoh:
bunga raflesia dan pohon inangnya
a.
Menanam
pohon sekitar jalan raya
b.
Membuat
instalasi pembuangan gas pada pabrik
c.
Mengurangi
penggunaan CFC pada AC
d.
Memanfaatkan
barang bekas menjadi kerajinan
ü Macam-macam sendi
a.
Sendi
peluru (segala arah)
ð Tulang belikat dengan
lengan atas
b.
Sendi
pelana (dua arah)
ð Telapak tangan dengan
jari
c.
Sendi
putar (gerakan berputar)
ð Tulang tengkorak
dengan tulang belakang
d.
Sendi
engsel (satu arah)
ð Siku dengan tulang
lengan atas
e.
Sendi
luncur
ð Pergelangan kaki
ü Otot
Ciri - ciri
|
Gambar
|
|
Otot lurik
|
• bekerja menurut kemauan/sadar (volunter)
• memiliki inti banyak di daerah tepi sel
otot rangka lebih panjang dibandingkan dengan sel otot polos dan jantung
• memiliki daerah terang dan gelap yang tersusun
rapi (lurik)
• merespon rangsangan dengan cepat
• contoh: otot pada tulang
|
|
Otot polos
|
• berbentuk gelondong
• mempunyai inti satu di tengah
• tidak memiliki daerah gelap
dan
terang
• serabut aktin dan miosin tidak
tersusun
rapi
• lambat merespon rangsang
• contoh: otot pada dinding
saluran
pencernaan
|
|
Otot jantung
|
• bentuknya seperti otot lurik
• bekerja secara tidak sadar
(involunter)
• mempunyai inti banyak di
tengah
• sel otot jantung bercabang
membentuk
anyaman
• contoh: otot pada jantung
|
ü Rangka
|
a. Mulut (pencernaan
mekanik dan kimiawi)
ð
Enzim
ptialin : karbohidrat glukosa
b. Kerongkongan
ð Gerak peristaltik
c.
Lambung
ð HCL : membunuh kuman
ð Pepsin : mengubah
protein menjadi pepton
ð Renin : menggumpalkan
kasein (protein susu)
d. Usus halus
§
Duodenum
: usus 12 jari
§
Jejenum
: usus kosong
§
Ileum
: usus penyerapan
ð
Amilase
: amilum menjadi glukosa
ð
Lipase
: lemak menjadi asam lemak dan gliserol
ð
Tripsin
: protein menjadi asam amino
e. Usus besar
ð Bakteri E. Coli :
membusukkan makanan
ð Penyerapan kembali
air dan garam mineral
diafragma
|
alveolus
|
bronkiolus
|
bronkus
|
laring
|
hidung
|
a. Pernapasan
dada
§ Otot antar tulang rusuk berkontraksi
§ Volume rongga dada membesar
§ Tekanan udara dalam paru-paru kecil
§ Udara luar masuk ke dalam
§ Otot
antar tulang rusuk berelaksasi
§ Volume
rongga dada kecil
§ Tekanan
udara dalam paru-paru besar
§ Udara
dalam keluar
b. Pernapasan
perut
§ Diafragma
berkontraksi
§ Volume
rongga dada membesar
§ Tekanan
udara kecil
§ Udara
luar masuk ke dalam
§ Diafragma
berelaksasi
§ Volume
rongga dada kecil
§ Tekanan
udara besar
§ Udara
dalam keluar
c. Volume
udara pernapasan
§ Udara
komplementer (menarik napas) : 1500 mL
§ Udara
sumplementer (menghembuskan napas) : 1500 mL
§ Udara
residu (udara yang tertinggal / sisa) :1500 mL
d. Gangguan
sistem pernapasan
§ Emfisema
: paru-paru mengalami pembengkakan karena pembuluh darah kemasukan udara
§ Asma
: penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi
§ Kanker
paru-paru
§ TBC
: disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menimbulkan
bintik-bintik pada dinding alveoli.
§ Laringitis
: peradangan pita suara
§ Trakeitis
: peradangan pada trakea yang disebabkan virus
§ Bronkhitis
: gangguan pada cabang tenggorokan akibat infeksi
§ Pneumonia
: radang paru-paru dan paru-paru terisi cairan radang
§ Pleuritis
§ Flu
§ Polip
: pilek menahun
§ Rhinitis
: radang selaput hidung yang disebabkan bakteri
bilik kiri
|
serambi kiri
|
bilik kanan
|
serambi kanan
|
vena pulmonalis
|
vena cava superior
|
vena cava inferior
|
arteri pulmonalis
|
aorta
|
a. Ruangan
dalam jantung dan fungsinya
b. Peredaran
darah
bilik
kanan aorta(arteri besar) seluruh tubuh vena cava
bilik kanan
bilik
kiri arteri pulmonalis paru-paru vena pulmonalis serambi kanan
c. Penyakit
pada peredaran darah
§ Hemofilia
: darah sukar membeku
§ Anemia : kekurangan darah
§ Leukimia : kanker darah, kelebihan sel darah
putih
§ Thalasemia : gagalnya pembentukan hemoglobin
akibat rusaknya gen globin, menurunnya kemampuan mengikat oksigen
§ Aterosklerosis : penyumbatan pembuluh darah
oleh lemak (kolesterol)
§ Arteriosklerosis : penyumbatan pembuluh darah
oleh zat kapur
§ Hemoroid (ambeien) : pelebaran pembuluh darah
balik (vena) disekitar anus
d. Macam-macam
sel darah
§ Trombosit
(keping darah)
ð Pembekuan
darah
luka
|
trombosit pecah
|
trombokinase
|
trombin
|
fibrinogen
|
fibrin
|
bekuan darah
|
protombin
|
Ca2+ , vitamin K
|
§ Leukosit
(sel darah putih)
ð Membunuh
kuman
ð Antibodi
§ Eritrosit
(sel darah merah)
ð Mengangkut
dan mengikat oksigen
ð Mengandung
hemoglobin
§ Darah
cair (plasma darah)
ð Mengangkut
sari-sari makanan
e. Perbedaan
pembuluh nadi dan pembuluh balik
Arteri
|
Vena
|
|
Dinding
pembuluh
|
Tebal,
kuat, dan elastis
|
Tipis
dan tidak elastis
|
Letak
|
Tersembunyi
di bawah otot
|
Dekat
permukaan tubuh atau di bawah kulit
|
Fungsi
|
Mengalirkan
darah dari jantung ke seluruh tubuh
|
Mengalirkan
darah dari seluruh tubuh ke jantung
|
Denyut
|
Terasa
|
Tidak
terasa
|
Katup
|
Hanya
satu di dekat jantung
|
Banyak
di sepanjang pembuluh
|
Apabila
luka
|
Darah
memuncrat keluar
|
Darah
menetes
|
1. Ekskresi
a. Paru-paru
: karbondioksida dan uap air
b. Hati
: ekskresi (ureum) , sekresi (empedu)
c. Ginjal
: urin
§
Filtrasi
glomerolus = urine primer
§
Reabsorbsi tubulus kontortus proksimal = urine
sekunder
§
Augmentasi tubulus kontortus distal
§ Korteks (kulit ginjal)
§ Medulla (sumsum ginjal)
§ Pelvis (rongga ginjal)
d. Kulit
: keringat
ü Kelainan
dan penyakit pada sistem ekskresi
§ Anuria:
kegagalan ginjal menghasilkan urin
§ Glukosuria:
ditemukannya glukosa pada urin, sehingga terjadi kerusakan pada urin
§ Albuminaria:
ditemukannya protein albumin dalam urin, sehingga terjadi kenaikan
permeabilitas membran glomerulus
§ Hematuria:
disebabkan oleh radang organ-organ sistem urin karena penyakit atau iritasi
oleh batu ginjal
§ Bilirubinaria:
konsentrasi bilirubin dalam urin di atas normal
§ Batu
ginjal: butiran kalsium karbonat di dalam saluran ginjal maupun saluran urin
§ Nefritis
glomerulus: radang ginjal yang melibatkan glomerulus yang disebabkan oleh
infeksi bakteri
§ Pielonefritis:
merupakan radang pelvis ginjal, medula dan korteks oleh infeksi bakteri
§ Kistisis:
radang kantung kemih yang melibatkan lapisan mukosa dan submukosa
§ Nefrosis:
bocornya membran glomerulus
§ Polisistik:
disebabkan oleh kerusakan saluran ginjal yang merusak nefron dan menghasilkan kista
mirip dilatasi sepanjang saluran
§ Gagal
ginjal: kegagalan fungsi akut ginjal
§ Albino:
terjadi karena tidak ada pigmen melanin pada lapisan granulosum
§ Hepatitis
: radang hati oleh virus
§ Penyakit
kuning : tersumbatnya saluran empedu
§ Batu
ginjal : endapan garam kalsium
§ Biduran
: alergi kulit
§ Ringworm
: bercak lingkaran di kulit yang disebabkan infeksi jamur
§ Psoriasis
: kulit kemerahan
§ Jerawat
: gangguan umum yang bersifat kronis pada kelenjar minyak
§ Kanker
kulit : penerimaan sinar matahari yang berlebihan
2. Reproduksi
saluran ejakulasi
|
kelenjar prostat
|
skrotum
|
testis
|
penis
|
uretra
|
saluran sperma
|
kandung kemih
|
Organ-organ
penyusun sistem reproduksi pria:
1.
Testis → menghasilkan sperma dan hormon kelamin
2.
Skrotum → kantung yang di dalamnya terdapat testis dan mengatur
suhu yang cocok bagi kehidupan sperma
3.
Tubulus seminiferus → sebagai tempat pembentukan sperma
4.
Sel interstisial → menghasilkan hormon kelamin pria dan terdapat di
testis
5.
Sel sertoli → sel yang terdapat di testis dan berfungsi untuk
menyediakan makanan bagi sperma
6.
Penis → sebagai alat kopulasi
7.
Vasa deferensia → menyalurkan sperma ke kantong sperma
8.
Duktus epididimidis → tempat pematangan dan penyimpanan
sementara sperma
9.
Kantong sperma → tempat menampung sperma
10.
Kelenjar prostat dan cowper → berfungsi menghasilkan cairan semen
untuk memberi nutrisi dan mempermudah
gerakan sperma
tuba fallopi
|
vagina
|
kandung kemih
|
ovarium
|
rahim
|
Organ-organ
penyusun sistem reproduksi wanita :
1.
Ovarium → tempat memproduksi sel telur
2.
Tuba fallopi → membawa sel telur dari ovarium menuju uterus dan
tempat terjadinya pembuahan
3.
Uterus → tempat tumbuh dan berkembangnya embrio
4.
Vagina → tempat keluarnya bayi pada kelahiran alami
ð Kelainan
dan penyakit pada sistem reproduksi
1.
Gonorhoe (kencing nanah)
Pada wanita: keluarnya nanah dari vagina
dan saluran urin
Pada pria: keluarnya nanah pada penis dan
saluran urin
2.
Kamidiasis → keluarnya darah sama dengan gonorhoe
3.
Sifillis → luka pada vagina atau penis
4.
Herpes → luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang
menyerang pada alat kelamin manusia
5.
Candidasis → infeksi pada dinding vagina
6.
AIDS → rusaknya sel darah putih, pertahanan tubuh melemah
A.
Sistem saraf
dendrit
|
nukleus
|
akson
|
badan sel
|
ujung akson
|
sel schwann
|
nodus ranvier
|
1. Sistem
Saraf Pusat (tempat koordinasi)
a. Otak
§ Otak besar
ð Fungsi
: pusat pengendali berbagai aktivitas tubuh yang disadari, yaitu berpikir, kemauan,
ingatan, mendengar, membau, bergerak, dan melihat
b. Otak
tengah
ð Terdapat
lobus optikus yang berfungsi sebagai pusat refleksi pupil mata, pengatur gerak
bola mata, dan reflek akomodasi mata
c. Otak
kecil (serebelum)
ð Otak
kecil berfungsi sebagai pusat keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak tubuh
d. Sumsum
Lanjutan (Medula Oblongata)
ð Fungsi
: pusat pengatur denyut jantung dan tekanan darah, membantu gerak pernapasan, pelebaran
dan penyempitan pembuluh darah, refleks menelan, muntah, batuk, dan bersin
e. Sumsum
Tulang Belakang (Medula Spinalis)
ð Fungsi
: alat penghantar rangsang, pusat gerak refleks kaki dan
tangan
2. Sistem
Saraf Tepi
a. Saraf
Sadar (Somatik)
ð Fungsi:
mengatur kerja organ tubuh secara sadar
b. Saraf
Autonom (Viseral)
ð Fungsi
: mengontrol organ-organ dalam tanpa dipengaruhi kesadaran
ð Ada
2 macam saraf autonom, yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik
ð Urutan
rangsang pada gerak sadar
Reseptor
→ neuron sensorik → otak besar area sensorik → otak besar area asosiasi → otak
besar area motorik → neuron motorik → efektor
ð Urutan
rangsang pada gerak refleks
Reseptor → neuron sensorik → sumsum tulang
belakang → neuron motorik → efektor
ð Urutan
jalannya rangsang pada neuron
Dendrit
→ badan sel saraf → nukleus→ akson (neurit) → sinapsis
B. Sistem
Indera
1. Indra
Penglihatan (Mata)
ð Kelopak
mata
Fungsi
: melindungi bola mata dari sengatan sinar matahari dan kotoran dari luar seperti debu dan
untuk menjaga mata agar tetap basah
ð Kelenjar
air mata
Fungsi
: menjaga bola mata agar tidak kering, membersihkan permukaan bola mata dari
kotoran, membunuh kuman-kuman yang masuk ke rongga mata
ð Bola
Mata
§ Konjungtiva,
bagian terluar dari bola mata yang memiliki
pembuluh darah
§ Iris, terletak di antara lensa dan kornea mata
§ Kornea, berwarna bening dan dapat ditembus cahaya
§ Lensa, berfungsi untuk akomodasi dan pusat
pembiasan
§ Pupil, berfungsi mengatur jumlah sinar yang
masuk ke mata
§ Retina (selaput jala), berfungsi untuk
menangkap bayangan
benda
§ Koroid, berfungsi menyuplai darah ke retina dan
melindungi
refleksi cahaya dalam mata
§ Sklera, berfungsi melindungi mata dari kerusakan
dan tempat
melekatnya otot
§ Sel batang, menangkap cahaya yang lemah
§ Sel kerucut, menangkap cahaya yang kuat
§ Bintik kuning, menangkap cahaya darah, saraf,
dan jaringan lemak
2. Indra
Pendengaran (Telinga)
a. Telinga
luar, terdiri dari daun telinga, lubang telinga
b. Telinga
tengah, untuk menjaga agar tekanan udara di luar dan di
dalam
rongga telinga tetap seimbang
c. Telinga
dalam, berperan dalam menerima rangsang. Terdapat
rumah siput (koklea) dan tiga saluran setengah lingkaran.
3. Indra
Penciuman (Hidung)
a. Hidung
luar
Hidung luar dilapisi oleh kulit, jaringan
ikat dan otot kecil. Otot kecil
berfungsi untuk melebarkan atau
menyempitkan lubang hidung
b. Rongga
hidung
Fungsi : jalannya napas, alat pengatur
kelembapan dan temperatur,
penyaring udara dari kotoran, membersihkan
refleks terhadap iritasi
melalui bersin
4. Indra
Pengecap (Lidah)
ð Fungsi
: mengatur letak makanan, membantu menelan makanan, berbicara, alat perasa
makanan.
ð Bagian-bagian
dari lidah:
§ pangkal lidah → mengecap rasa pahit
§ pinggir lidah → mengecap rasa asam
§ ujung lidah → mengecap rasa manis dan asin
§ daerah tengah lidah → mengecap keseluruhan rasa
5. Indra
Peraba (Kulit)
Reseptor
berupa sentuhan atau disebut juga tango reseptor
Ujung saraf
berselaput
|
Rangsangan
|
Korpuskel pacini
|
tekanan
|
Korpuskel ruffini
|
panas
|
Korpuskel krayse
|
dingin
|
Kropuskel meissner
|
sentuhan
|
a. Jaringan Epidermis
Jaringan paling luar dari tubuh tumbuhan.
Ciri-ciri: berbentuk pipih, melebar, bertautan satu dengan sel lainnya
b. Jaringan Dasar (Parenkim)
Fungsi:
- sebagai cadangan makanan
- membantu proses fotosintesis
- mengisi di antara jaringan-jaringan lain
c. Jaringan Penguat (Penyokong)
Fungsi : menguatkan bagian dari tumbuhan.
Macam-macam jaringan penyokong:
1). Jaringan kolenkim, merupakan jaringan yang letaknya di dekat
epidermis
2). Jaringan sklerenkim, merupakan jaringan yang terdiri dari sel-sel
d. Jaringan Pengangkut
1). Xilem (pembuluh kayu), berfungsi untuk
mengangkut zat-zat makanan,
berupa garam mineral dari dalam
tanah kemudian mengedarkannya ke
seluruh bagian tumbuhan
2). Floem (pembuluh tapis), berfungsi untuk mengangkut zat makanan
yang
diolah pada daun, dan mengedarkan ke seluruh bagian tubuh
tumbuhan
e. Jaringan Meristem
ð jaringan
yang sel-selnya masih aktif membelah diri. Jaringan meristem terdapat di ujung
batang dan ujung akar.
f. Jaringan Endodermis
Fungsi: pengatur arah gerak air
supaya masuk ke pembuluh pengangkut.
Terdapat pada akar dan batang
1. Tropisme
: gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan
a. Fototropisme
ð Gerak
tropisme karena pengaruh rangsang cahaya
b. Geotropisme
ð Gerak
tropisme karena rangsang gravitasi bumi
ð Misalnya
pada akar tumbuhan
c. Tigmotropisme
ð Gerak
tropisme yang disebabkan sentuhan
ð Misalnya
pada tumbuhan pemanjat
d. Kemotropisme
ð Gerak
tropisme karena adanya rangsangan kimia
ð Contohnya
gerak akar menuju pupuk dan pertumbuhan saluran
serbuk
sari menuju bakal buah ketika pembuahan
e. Hidrotropisme
ð Gerak
tropisme yang disebabkan adanya rangsangan air
2. Nasti
: gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi arah datangnya
rangsangan, disebabkan oleh perubahan turgor pada jaringan di tulang daun.
a. Tigmonasti
(Seismonasti)
ð Akibat
adanya rangsangan sentuhan
ð Misalnya
pada putri malu
b. Niktinasti
ð Gerak
nasti karena pengaruh gelap
ð Misalnya
merunduknya daun-daun anggota famili Leguminoceae pada sore hari
c. Fotonasti
ð Adanya
pengaruh rangsang cahaya
ð Contohnya
bunga pukul 4 dan 9
d. Termonasti
ð Gerak
akibat rangsangan suhu
ð Misalnya
bunga tulip di musim semi
e. Nasti
Kompleks
ð Gabungan
dari fotonasti, kemonasti, dan hidronasti
ð Gerak
ini dipengaruhi oleh cahaya, kimia, suhu, dan air
ð Misalnya
membuka dan menutupnya stomata
3. Taksis
: gerak yang terjadi akibat rangsangan dari luar
a. Fototaksis
ð Gerak
taksis karena rangsang cahaya
ð Contohnya
euglena yang bergerak dengan bulu cambuk menuju cahaya
b. Kemotaksis
ð Rangsang
kimia
ð Contohnya
sel gamet pada lumut
c. Galvanotaksis
ð Taksis
karena pengaruh arus listrik
ð Contohnya
bakteri ke arah kutub positif (+) dan negatif (–)
a. Percobaan
Sach = mengetahui adanya amilum
ð Merebus
dengan air panas è
mematikan sel daun
ð Merebus
dengan alkohol è
melarutkan klorofil
ð Ditetesi
lugol è
menguji adanya amilum
b. Percobaan
Ingenhouzs = mengetahui adanya oksigen
a. Monohibrid
ü 1 :
2 : 1
b.
Dihibrid
ü 9 :
3 : 3 : 1
· Heterozygot
: pasangan gen yang berbeda
· Homozygot
: pasangan gen yang sama
· Dominan
: sifat yang selalu muncul
· Resesif
: sifat yang tidak muncul
· Fenotip
: sifat yang nampak (MM)
· Genotip
: susunan gen dalam kromosom (mm)
a. Bioteknologi
modern
§ Inseminasi
buatan (kawin suntik)
§ Kloning
: proses untuk menghasilkan keturunan yang identik dengan induknya secara
aseksual (tidak menggunakan fertilisasi)
§ Bayi
tabung
§ Radiasi
§ Kultur
jaringan (tanaman)
§ Hidroponik
(tanpa menggunakan tanah)
§ Aeroponik
(bercocok tanam di udara)
§ Rekayasa
genetika (mengubah faktor keturunan untuk mendapatkan sifat baru)
§ Ekstensifikasi:
usaha memperluas lahan pertanian
§ Intensifikasi:
usaha meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian pada lahan terbatas
dengan panca usaha tani
§ Hibridisasi:
perkawinan antara dua individu hewan yang mempunyai dua sifat beda, tetapi masih
dalam satu spesies
b. Bidang
produk makanan
No.
|
Mikroorganisme
|
Bahan
|
Produk
|
Enzim
|
1.
|
Rhizopus oliosporus
Rhizopus stolonifer
Rhizopus oryzay
|
kedelai
|
tempe
|
protease
|
2.
|
Aspergillus oryzae
|
kedelai
|
tauco
|
protease
|
3.
|
Aspergillus soyae
Aspergillus wentii
|
kedelai
|
kecap
|
protease
|
4.
|
Neurospora crassa
Neurospora sitoppila
Monilia sitoppila
|
ampas tahu /
kedelai
|
oncom
|
protease
|
5.
|
Streptococcus thermophillus
Lactobacillus bulgaricus
Lactobacillus vulgaris
|
susu
|
yogurt
|
laktase
|
6.
|
Streptococcus lactis
|
susu
|
mentega
|
lipase
|
7.
|
Saccharomyces cerevisiae
|
singkong
|
tape
|
|
8.
|
Lactobacillus plantarum
Streptoccus sp
Pediococcusc sp
Leuconostoc mesemteroidec
|
Sayuran/kubis
|
asinan
|
laktase
|
9.
|
Lactobacillus casei
Propioni bacterium
Penicillium camembertii
Lactobacillus lactis
Sireptococcus lactis
|
susu
|
keju
|
lipase
|
10.
|
Acetobacter xylinum
|
air kelapa
|
nata de coco
|
c.
Bidang produk kesehatan
No.
|
Nama Produk
|
Manfaat
|
1.
|
Streptomyces gryceus
|
antibiotik
|
2.
|
Thiobacillus ferooxidans
|
memurnikan bahan-bahan tambang/logam
|
3.
|
Interferon
|
melawan infeksi, meningkatkan sistem
|
4.
|
Insulin
|
menurunkan kadar gula darah (diabetes
mellitus)
|
5.
|
Vaksin viral
|
meningkatkan kekebalan tubuh
|
6.
|
Penicillin
|
antibiotika, melawan infeksi oleh jamur
atau bakteri
|
7.
|
Hormon pertumbuhan
|
melawan kekerdilan, untuk penyembuhan
|
8.
|
Beta endorfin
|
Mengurangi rasa sakit
|
9.
|
Activator plasminogen
|
Melarutkan darah beku, mencegah stroke
|
10.
|
Inferleukun 2
|
Mengaktifkan sistem kekebalan
|
11.
|
Antibodi monoklonal
|
Mendeteksi penyakit secara akurat
(mengobati kanker)
|
12.
|
Enzim
|
Meningkatkan reaksi / biokatalisator baik
untuk keperluan manusia maupun industri
|