PEMIKIRAN CORPORATE YANG BURUK AKAN MENGIMPLIMENTASI HASIL YANG BURUK
Untuk saat ini mungkin pemikiran dalam penyusunan strategi yang buruk
dapat menghasilkan hasil yang baik namun hal itu tidak bersifat hakiki karena
sesuatu yang buruk itu tidak akan pernah menguntungkan bagi semua pihak. Jika
corporate terus-menerus menyusun strategi yang buruk maka corporate tersebut
tidak akan bertahan lama dan akan segera hancur. Strategi yang buruk (CG yang buruk) juga akan membuat perusahaan
menghadapi kesulitan dalam memenuhi tanggungjawab ekonomi dan etika terhadap stakeholders,
termasuk pemegang sahan dan karyawan.
PENGERTIAN STRATEGI
Sangat banyak pengertian
mengenai strategi yang tersedia, adapun pengertian strategi menurut saya yaitu
adalah penyusunan penyesuaian sumberdaya dan kemampuan suatu organisasi atau
diri dengan peluang yang ada di lingkungan sekitar agar tercapai suatu tujuan
yang sudah direncanakan secara baik.
PERTANYAAN YANG HARUS ADA DALAM PENYUSUNAN STRATEGI
1. Apakah jika
kita sudah menyusun strategi yang benar akan memberikan hasil yang baik?
2. Apakah
strategi yang kita susun sesuai dengan lingkungan eksterna misalnya dalam
bidang ekonomi dan sosial?
3. Apakah kita
mampu melaksanakan semua strategi yang sudah kita susun?
4. Apakah kita
mempunyai tim manajemen yang baik?
5. Jika
jawaban satu atau lebih adalah tidak, apakah kita perlu melakukan perubahan?
STRATEGI YANG SUDAH DIANGGAP TEPAT APAKAH JUGA AKAN MENGIMPLEMENTASIKAN
HASIL YANG TEPAT JUGA?
Kita sebagai manusia selalu berharap apa yang sudah kita rencanakan atau
kita susun menghasilkan hasil sesuai dengan harapan dan tujuan kita namun
kadang realitanya tidak semulus itu karena untuk mencapai hasil yang baik di
posisi yang terbaik membutuhkan banyak perjuangan dan rintangan yang harus
dilalui terlebih dahulu. Strategi yang sudah dianggap tepat oleh penyusun
strategi terkadang atau bahkan sering tidak akan menghasilkan hasil yang tepat
karena semua itu tergantung oleh berbagai banyak faktor misalnya dalam bidang
ekonomi dan sosial budaya. Tidak salah jika strategi yang sudah disusun
sebaiknya dilakukan perubahan atau revisi supaya menghasilkan hasil yang tepat
daripada yang sebelumnya.
CARA AGAR TOP MANAJEMEN MENDUKUNG GAGASAN BAWAHAN
Beberapa
cara agar top manajemen mendukung gagasan bawahannya adalah sebagai berikut:
1. Ciptakan
ide atau gagasan yang menarik sehingga membuat top manajemen tertarik
2. Sampaikan
ide atau gagasan sebaik mungkin supaya top manajemen bersedia untuk
memperhatikan apa yang kita sampaikan
3. Yakinkan
top manajemen bahwa ide atau gagasan kita sangat berguna untuk kemajuan
perusahaan
4. Berikan
contoh yang sesuai dengan ide yang kita sampaikan supaya top manajemen
benar-benar yakin dan mendukung gagasan kita
IMPLIKASI CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP HASIL KE DEPAN
Hal-hal
yang akan atau mungkin terjadi ke depan dengan corporate governance, antara
lain:
1. Peningkatan
tuntutan atas transparansi pelaporan keuangan dan tanggungjawab sosial
organisasi
2. Peningkatan
tuntutan keterlibatan dewan komisaris dalam penetapan strategi serta
pengembangan tanggungjawab organisasi terhadap isu-isu sosial
3 Peningkatan
keterlibatan dari institutional
shareholders (pension funds, mutual funds) dalam
proses corporate governance
4 Peningkatan pengawasan terhadap komisaris perusahan
dan manajer oleh pemerintah, pemegang saham, dan non-shareholder stakeholders
MEKANISME/ SIKLUS KERJA DARI BALANCED SCORECARD APPROACH UNTUK GOVERNANCE SYSTEM
Mekanisme Governance (Pengendalian Organisasi)
1. Dewan komisaris,
memenuhi kriteria sebagai berikut:
a) Elected by
stockholders
b) Legally
accountable
c) Monitors
corporate strategy decisions
d) Authority
to hire, fire, and compensate
e) Ensures
accuracy of audited financial statements
f) Inside
directors
g) Outside
directors
2. Stock-based compensation
a) Pay-for-performance
b) Stock options: The right to buy company shares at a predetermined price at some point
in the future
3. Financial statements and auditors
a) SEC: mengacu pada kriteria pasar modal
b) GAAP: mengacu pada
standar akuntansi
Mekanisme
Governance (Internal Organisasi):
1. Sistem
pengawasan strategis, mencakup:
a) Standar
untuk pengukuran kinerja organisasi
b) Sistem
untuk pengukuran dan monitoring kinerja secara rutin
c) Perbandingan
antara target kenerja dengan realisasi kinerja
d) Evaluasi
hasil dan tindakan koreksi
2. Insentif pegawai, mencakup:
a) Skema
kepemilikan saham bagi pegawai
b) Stock options – hak membeli saham dengan harga
khusus
c) Kompensasi
berbasis pencapaian: superior
efficiency, quality, innovation, and responsiveness to customers
CARA AGAR SETIAP MEMBACA BUKU ATAU ARTIKEL DAPAT MEMUNCULKAN IDE - IDE
BARU
Berikut ini
adalah cara-cara untuk memunculkan ide baru ketika kita membaca buku atau
artikel di internet, antara lain:
1. Fokuskan
pikiran kita terhadap apa yang sedang kita baca
2. Pahami
setiap kata dan kalimat dalam bacaan itu
3. Buat
ringkasan atau tulis kata-kata yang dianggap menarik untuk disusun menjadi ide
baru
4. Membaca di
tempat yang nyaman dan jauh dari gangguan akan mendukung kita dalam menenangkan
pikiran dan berkonsentrasi dalam membaca
5. Hilang
segala hal yang tidak ada kaitannya dengan apa yang akan kita baca, pastikan
pikiran kita sedang tidak memikirkan hal-hal yang tidak penting
6. Jika ide
yang kita buat tidak berhasil jangan menyerah begitu saja, lakukan perbaikan
lagi dan lagi karena hasil yang baik membutuhkan proses yang panjang
CARA UNTUK MEMBANGUN KESADARAN ETIKA BISNIS
Beberapa
cara untuk membangun kesadaran etika dalam kegiatan bisnis, yaitu:
1. Pastikan
hati dan pikiran berpegang teguh pada sifat-sifat terpuji misalnya kejujuran
2. Hindarkan
diri dari tindakan curang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain
3. Jangan
takut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang akan kita hadapi setelah
melakukan tindakan
4. Memberikan
pelayanan yang terbaik kepada semua orang (client) agar perusahaan mendapat
kepercayaan dari berbagai pihak yang mana hal itu dapat memajukan perusahaan
5. Selalu
bersikap rendah hati dengan apa yang sudah diperoleh jangan mudah terlena oleh
pujian yang diberikan oleh pelanggan
HUBUNGAN ORGANISASI DAN STAKEHOLDER
Sebuah perusahaan
didirikan dengan mendapatkan bantuan modal dari 2 pihak pemegang saham yaitu
dari internal dan eksternal perusahaan karena tidak mungkin suatu perusahaan
berdiri hanya dengan mendapatkan modal
dari pihak internal saja. Dalam perjalanannya, perusahaan membutuhkan penilaian
atau auditing dari pihak eksternal
yang independen yang dibuktikan dengan sertifikasi. Kelayakan berdirinya suatu
perusahaan dinilai berdasarkan berapa banyak deviden yang diberikan kepada
pemegang saham. Jika perusahaan itu tidak mampu memberikan keuntungan kepada pihak
pemegang saham maka perusahaan itu dinyatakan pailit dan mungkin harus
mengalami pembubaran. Setiap akhir tahun diadakan RPUS (Rapat Umum Pemegang
Saham) yang membahas berapakah deviden yang akan dibagikan kepada para pemegang
saham. Semakin bagus kredibilitas perusahaan maka akan semakin bagus pula
penilaian para pemegang saham yang mana hal ini akan membuat para pemegang
saham menambah jumlah saham yang ditanamkan yang akan berdampak bagus untuk
perusahaan karena akan menambah modal dan kinerja perusahaan yang akan
menghasilkan laba perusahaan yang semakin besar.
KODE ETIK PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Berikut ini
adalah beberapa kode etik perusahaan multinasional, yaitu:
1.
Memperhatikan hak dan kebebasan manusia
2.
Meminimalisasi dampak negatif pada kebijakan ekonomi
lokal
3.
Mempertahankan standar tinggi dalam keterlibatannya
dengan politik lokal
4.
Mengadaptasi teknologi sesuai dengan kebutuhan lokal
5.
Melindungi lingkungan tempat perusahaan itu berdiri
6.
Melindungi konsumen dalam mendapatkan haknya
7.
Memberikan prioritas kepada negara tempat dimana
perusahaan multinasional itu berdiri
8.
Menyediakan lapangan pekerjaan kepada penduduk lokal
9.
Mempromosikan pegawai lokal ke posisi manajemen
10. Menghormati
hak berpendapat bersama masyarakat lokal
11. Bekerja
sama dengan unit-unit lokal dalam hal tawar-menawar
12. Memberikan
pemberitahuan penutupan proyek yang sudah selesai dibangun
13. Jangan
menggunakan ancaman kepada negara yang telah selesai diadakan proyek dalam
transaksi tawar-menawar
14. Memberikan
perlindungan kepada para pekerja
15. Meningkatkan
standarisasi kepada pekerja lokal
16. Melindungi
karyawan dengan standar kesehatan dan keselamatan yang memadai
17. Memberikan
informasi kepada karyawan tentang bahaya mengenai pekerjaannya


