Minggu, 13 Mei 2018

AA YKPN: FORMULA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS ETIKA

    Pengambilan keputusan harus dilakukan oleh pihak pengambil keputusan dan didasarkan oleh prinsip-prinsip atau aturan yang ada supaya menghasilkan keputusan yang berguna dan bermanfaat bagi semua pihak terutama masyarakat luas karena pada dasarnya perusahaan ada untuk menyejahterakan masyarakat. Berikut ini beberapa formula atau rumus dalam pengambilan keputusan, antara lain:
1.  Golden rule
Perlakukan mereka seperti Anda menginginkan mereka memperlakukan Anda. Jika kita berbuat tidak baik kepada orang lain pasti orang lain akan berbuat tidak baik juga kepada kita karena orang lain pasti menilai apa yang kita perbuat.
2.  Disclosure rule
Jika Anda merasa nyaman dengan keputusan yang akan diambil, termasuk nyaman diketahui siapapun, buat dan lakukan keputusan tersebut. Keputusan yang dibuat atau dihasilkan adalah keputusan yang menguntungkan bagi banyak pihak bukan hanya untuk diri sendiri saja.
3.  The intuition ethic
Buat keputusan sesuai dengan bisikan hati nurani Anda. Terkadang perlu juga mendapatkan saran atau pendapat dari orang lain untuk memudahkan kita dalam mengambil keputusan tetapi itu semua kembali pada diri kita masing-masing dimana hanya diri kitalah yang dapat menentukan hasil akhir dari keputusan itu.
4.  The categorical imperative
Tidak membuat keputusan yang tidak akan mungkin bisa dijalankan oleh pihak yang tekena keputusan. Keputusan yang dibuat haruslah keputusan yang bisa dijalankan semua pihak baik oleh si pembuat keputusan maupun pihak lain.
5.  The professional ethic
Hanya membuat  keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan komite atau rekan seprofesi. Keputusan yang dibuat pasti akan menghasilkan dampak dan akibat oleh karena itu pembuat keputusan haruslah mampu dan berani mempertanggungjawabkan keputusan tersebut.
6.  The utilitarian principle
Membuat keputusan yang memberi manfaat bagi sebagian besar orang (do the greatest good for the greatest number). Apabila keputusan yang dibuat bermanfaat bagi banyak orang maka keputusan tersebut akan semakin maju dan bermanfaat bagi si pembuat keputusan.
7.  The virtue principle
Membuat keputusan untuk mewujudkan kebaikan yang diharapkan. Keputusan yang dibuat haruslah keputusan yang membawa kebaikan dan bermanfaat bagi semua orang jangan sampai orang lain merasa dirugikan dengan keputusan yang kita buat karena itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain.


Minggu, 06 Mei 2018

AA YKPN: PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ETIKA BISNIS

PRINSIP-PRINSIP KEPUTUSAN BERBASIS ETIKA
Keputusan atau tindakan dikatakan etis (benar) apabila pada saat keputusan atau tindakan tersebut sejalan dengan standar tertentu, yaitu mencakup:
1.   Konsekuensi dari keputusan terhadap kesejahteraan dalam kontek biaya dan manfaat
Setiap keputusan atau tindakan yang diambil pasti akan menghasilkan suatu akibat maka dari itu sebagai pihak pengambil keputusan kita harus bisa mempertanggungjawabkan akibat itu apalagi mengenai kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi.
2.   Keseimbangan hak dan kewajiban
Pengambilan keputusan harus sesuai dengan hak dan kewajiban pengambil keputusan dan masyarakat supaya menghasilkan tujuan yang bermanfaat bagi semua pihak.
3.   Keadilan
Pengambil keputusan harus adil dalam mengambil keputusan atau tindakan tanpa pandang bulu supaya dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat luas dan  menguntungkan perusahaan.
4.   Keberterimaan umum dari sisi moralitas
Hasil keputusan adalah keputusan yang diterima oleh masyarakat umum karena pada dasarnya perusahaan berdiri untuk menyejahterakan masyarakat umum.

PERTIMBANGAN ETIKA MENURUT EDMF (ETHICAL DECISION-MAKING FRAMEWORK)
Pertimbangan etika keputusan berdasarkan EDMF, antara lain:
1.   Kesejahteraan dan kesehatan (well-offness and well-being) harus sejalan dengan teori consequentialism, utilitarianism, dan teleology
2.   Menghormati hak stakeholders harus sejalan dengan teori Deontology (rights and duties)
3.   Adil terhadap stakeholders, hal ini dimaksudkan agar terjadi hubungan yang baik antara stakeholders dan perusahaan yang baik antara stakeholders dan perusahaan yang mana akan menguntungkan semua pihak.
4.   Harapan terhadap perilaku baik tertentu atau moralitas tertentu

ALTERNATIF (MACAM-MACAM)  PENDEKATAN KEPUTUSAN BERBASIS ETIKA
Berikut ini ada berbagai pendeketan pengambilan keputusan atau tindakan berbasis etika, yaitu:
1.   Pendekatan Consequentialism, Utilitarianism atau Teleology
a. Keputusan dibuat berdasarkan konsekuensi terbaik yang paling optimal
b. Etika keputusan dan tindakan tergantung pada konsekuensi keputusan/ tindakan dari sisi kesejahteraan, kebaikan, dan moralitas
c. Tindakan yang etis adalah tindakan yang memberi kebaikan bagi banyak orang
2.   Pendekatan Deontologi
     Dalam pendekatan Deontologi, etika diukur dari sisi penghargaan terhadap tugas serta hak dan keadilan dari tugas yang dilakukan. Standar moral, prinsip dan aturan tetap digunakan sebagai penuntun dalam membuat keputusan yang dipandang etis.
3.   Pendekatan Virtue Ethics/ Etika Kebajikan
     Etika kebajikan menekankan pada aspek motivasi dan pertimbangan moral  dalam membuat pilihan keputusan dan tindakan. Terdapat tiga prinsip kebajikan, yaitu: keberanian, kesederhanaan, keadilan

STAKEHOLDER IMPACT ANALYSIS DENGAN KAITANNYA UKURAN KEBERHASILAN PERUSAHAAN
Berikut ini adalah point-point stakeholder impact analysis dengan kaitannya sebagai ukuran keberhasilan perusahaan, antara lain:
1.   Pandangan perusahaan memaksimalkan laba jangka pendek menjadi fokus, perlu direvisi
Mendapatkan laba jangka pendek saja tidak cukup karena perusahaan pasti mempunyai cita-cita untuk terus beroperasi selama-lamanya sehingga memaksimalkan laba jangka pendek perlu direvisi.
2.   Dalam mencapai tujuan mencari laba maksimal, perusahaan perlu mendapat dukungan dari seluruh stakeholder
Selain dari pihak intern, dalam mencapai laba yang maksimal perusahaan juga perlu mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder karena stakeholder menjadi bagian berdirinya suatu perusahaan.
3.   Pencapaian laba maksimal diubah dari tujuan jangka pendek menjadi jangka panjang
Perusahaan seharusnya membuat tujuan jangka panjang tidak hanya jangka pendek saja karena dalam menjalankan usahanya perusahaan harus mempunyai jangkauan ke depan yang panjang yang mana hal ini dapat memicu semangat para karyawannya dalam bekerja memajukan perusahaan dan menyejahterakan masyarakat.

DAMPAK-DAMPAK YANG DAPAT DIKUALIFIKASI TERHADAP STAKEHOLDER
Dampak-dampak yang dapat dikualifikasi adalah dampak yang dapat dihitung atau dikategorikan sehingga dapat diketahui secara jelas hasilnya. Dalam pengambilan keputusan pihak pengambil keputusan harus dapat mempertanggungjawabkan akan akibat atau dampak yang dihasilkan. Dampak-dampak tersebut antara lain:
1.  Laba, selisih antara pendapatan dan biaya-biaya
2.  Biaya karena polusi atau kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh keputusan
3.   Denda atas keputusan atau tindakan yang merusak atau merugikan lingkungan
4.   Bantuan untuk pemberdayaan lingkungan