PRINSIP-PRINSIP KEPUTUSAN BERBASIS ETIKA
Keputusan
atau tindakan dikatakan etis (benar) apabila pada saat keputusan atau tindakan
tersebut sejalan dengan standar tertentu, yaitu mencakup:
1. Konsekuensi
dari keputusan terhadap kesejahteraan dalam kontek biaya dan manfaat
Setiap keputusan atau tindakan yang
diambil pasti akan menghasilkan suatu akibat maka dari itu sebagai pihak
pengambil keputusan kita harus bisa mempertanggungjawabkan akibat itu apalagi
mengenai kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi.
2. Keseimbangan
hak dan kewajiban
Pengambilan keputusan harus sesuai
dengan hak dan kewajiban pengambil keputusan dan masyarakat supaya menghasilkan
tujuan yang bermanfaat bagi semua pihak.
3. Keadilan
Pengambil keputusan harus adil dalam
mengambil keputusan atau tindakan tanpa pandang bulu supaya dapat mewujudkan
kesejahteraan masyarakat luas dan
menguntungkan perusahaan.
4. Keberterimaan
umum dari sisi moralitas
Hasil keputusan adalah keputusan
yang diterima oleh masyarakat umum karena pada dasarnya perusahaan berdiri untuk
menyejahterakan masyarakat umum.
PERTIMBANGAN ETIKA MENURUT EDMF (ETHICAL DECISION-MAKING FRAMEWORK)
Pertimbangan
etika keputusan berdasarkan EDMF, antara lain:
1. Kesejahteraan
dan kesehatan (well-offness and well-being) harus sejalan dengan teori
consequentialism, utilitarianism, dan teleology
2. Menghormati
hak stakeholders harus sejalan dengan teori Deontology (rights and duties)
3. Adil
terhadap stakeholders, hal ini dimaksudkan agar terjadi hubungan
yang baik antara stakeholders dan perusahaan yang baik antara stakeholders dan perusahaan
yang mana akan menguntungkan semua pihak.
4. Harapan
terhadap perilaku baik tertentu atau moralitas tertentu
ALTERNATIF (MACAM-MACAM) PENDEKATAN KEPUTUSAN BERBASIS ETIKA
Berikut ini
ada berbagai pendeketan pengambilan keputusan atau tindakan berbasis etika,
yaitu:
1. Pendekatan Consequentialism,
Utilitarianism atau Teleology
a. Keputusan
dibuat berdasarkan konsekuensi terbaik yang paling optimal
b. Etika
keputusan dan tindakan tergantung pada konsekuensi keputusan/ tindakan dari sisi kesejahteraan, kebaikan, dan moralitas
c. Tindakan yang etis adalah tindakan yang memberi kebaikan bagi banyak orang
2. Pendekatan Deontologi
Dalam pendekatan Deontologi, etika diukur
dari sisi penghargaan terhadap tugas serta hak dan keadilan dari tugas yang dilakukan.
Standar moral, prinsip dan aturan tetap
digunakan sebagai penuntun dalam membuat
keputusan yang dipandang etis.
3. Pendekatan Virtue
Ethics/ Etika Kebajikan
Etika
kebajikan menekankan pada aspek motivasi dan pertimbangan moral dalam membuat
pilihan keputusan dan tindakan. Terdapat tiga prinsip kebajikan, yaitu: keberanian, kesederhanaan, keadilan
STAKEHOLDER IMPACT ANALYSIS DENGAN KAITANNYA UKURAN
KEBERHASILAN PERUSAHAAN
Berikut ini
adalah point-point stakeholder impact analysis dengan kaitannya sebagai ukuran
keberhasilan perusahaan, antara lain:
1. Pandangan perusahaan memaksimalkan laba jangka pendek
menjadi fokus, perlu direvisi
Mendapatkan laba jangka pendek saja
tidak cukup karena perusahaan pasti mempunyai cita-cita untuk terus beroperasi
selama-lamanya sehingga memaksimalkan laba jangka pendek perlu direvisi.
2. Dalam mencapai tujuan mencari laba maksimal,
perusahaan perlu mendapat dukungan dari seluruh stakeholder
Selain dari pihak intern, dalam
mencapai laba yang maksimal perusahaan juga perlu mendapatkan dukungan dari
seluruh stakeholder karena stakeholder menjadi bagian berdirinya suatu
perusahaan.
3. Pencapaian laba maksimal diubah dari tujuan jangka
pendek menjadi jangka panjang
Perusahaan seharusnya membuat
tujuan jangka panjang tidak hanya jangka pendek saja karena dalam menjalankan
usahanya perusahaan harus mempunyai jangkauan ke depan yang panjang yang mana
hal ini dapat memicu semangat para karyawannya dalam bekerja memajukan
perusahaan dan menyejahterakan masyarakat.
DAMPAK-DAMPAK YANG DAPAT DIKUALIFIKASI TERHADAP
STAKEHOLDER
Dampak-dampak
yang dapat dikualifikasi adalah dampak yang dapat dihitung atau dikategorikan
sehingga dapat diketahui secara jelas hasilnya. Dalam pengambilan keputusan
pihak pengambil keputusan harus dapat mempertanggungjawabkan akan akibat atau
dampak yang dihasilkan. Dampak-dampak tersebut antara lain:
1. Laba, selisih antara pendapatan dan biaya-biaya
2. Biaya karena polusi atau kerusakan lingkungan yang
ditimbulkan oleh keputusan
3. Denda atas
keputusan atau tindakan yang merusak atau merugikan lingkungan
4. Bantuan
untuk pemberdayaan lingkungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar