Minggu, 24 Juni 2018

AA YKPN: ETIKA BISNIS DALAM PROFESI AKUNTANSI BAGIAN B

KEGAGALAN AUDIT DALAM DUNIA BISNIS
1.  Kegagalan audit adalah kesalahan kesimpulan hasil audit yang disebabkan karena kecerobohan akuntan.
Seorang akuntan wajib mempunyai sifat teliti, sabar, dan tekun supaya hasil pekerjaan yang dikerjakan mempunyai hasil yang maksimal yang dapat dipercaya.
2.  Kegagalan audit berbeda dengan risiko audit. Risiko audit adalah kesalahan kesimpulan hasil audit yang berada diluar kuasa auditor untuk mencegahnya (bukan karena kecerobohan auditor)
Seorang akuntan juga manusia sebagaimana memiliki sifat yang tidak sempurna dan akan melakukan kesalahan dalam mengerjakan pekerjaannya, maka dari itu setealah dikerjakan alangkah baiknya hasil pekerjaan tersebut diteliti lagi.

PROBLEMATIKA ETIKA BISNIS DALAM DUNIA BISNIS
     Dalam dunia bisnis pasti ada pihak yang pro dan kontra, ada berpendapat bahwa etika bisnis itu ada namun ada juga yang berpendapat tidak ada. Namun demikian, kritik semacam ini banyak dilakukan oleh pelaku bisnis untuk tujuan merasionalkan/ menghalalkan pelanggaran etika bisnis yang mereka lakukan. Mereka gagal melihat bahwa mayoritas hubungan/kontrak bisnis hanya akan berhasil jika dilandasi oleh prinsip-prinsip etika. Jika mayoritas bisnis tidak dijalankan sesuai dengan kaidah etika, maka bisnis tidak akan mampu bergerak dan akhirnya akan kehilangan fungsinya sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat.

TANGGUNG JAWAB ETIKA KANTOR AKUNTAN PUBLIK
-      Bisnis yaitu melalui pemilik dan manajer, pemilik dan manajer melakukan  hubungan bisnis dengan perorangan atau sekelompok orang secara bertanggungjawab. Hubungan bisnis yang bertanggungjawab menjadi landasan tanggungjawab etika antara bisnis dengan stakeholders dan masyarakat luas secara umum.
-      Tanggungjawab etika juga berlaku bagi KAP, meskipun keuntungan memang mutlak diperlukan untuk keberlangsungan KAP, tetapi tanggungjawab etika adalah melampaui tujuan perolehan keuntungan.
-      Akuntansi adalah industri jasa yang kehadirannya harus memberikan manfaat kepada klien dan kepada masyarakat umum.
-      Mencederai kepentingan klien dan masyarakat atas nama laba (profit) akan berbenturan dengan tujuan bisnis KAP, yaitu mensejahterakan stakeholders, sesuai dengan mandat yang diberikan oleh masyarakat kepada KAP.
-      KAP yang baik adalah KAP yang mampu memberikan potret sejelas mungkin tentang kondisi keuangan perusahaan yang diaudit dan atau yang mampu menguji kewajaran laporan keuangan perusahaan dengan seobjektif mungkin.
 
KRISIS PROFESI AKUNTANSI
      Tekanan untuk memaksimalkan pendapatan telah menempatkan profesi akuntansi berada dalam situasi krisis. Sebelum kasus Enron muncul, telah disadari adanya krisis dalam profesi akuntansi yang telah berjalan cukup panjang. Abraham J. Briloff dalam artikelnya Accounting Today menuliskan tentang kesenjangan yang cukup memprihatinkan antara apa yang dilakukan dalam profesi akuntansi dengan apa yang seharusnya dilakukan (gap between the “is” and the “ought” of the accounting profession).
       Sebelum kasus Enron dan KAP Andersen muncul dan telah membuatnya kolaps, John Bogle juga menulis sebuah artikel dengan judul yang sangat tepat “Public Accounting: Profession or Business?” Boggle menyebutkan adanya sejumlah faktor yang merontokkan dedikasi KAP terhadap profesinya, kemudian terjerembab dalam dalam arena profit-maximizing operation, yaitu godaan keuangan yang bisa diraih melalui rekayasa manipulatif informasi akuntansi.

Tidak ada komentar: